SRAGAM BARU NEW NORMAL

SRAGAM BARU NEW NORMAL

Sejak Pandemi covid 19 tak ada kegiatan yang tidak terdampak tak terkecuali pendidikan berbasis keagamaan mencakup Madrasah Diniyah Takmiliya (MDT) dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an atau TPQ juga lembaga pendidikan agama lain; terdiri dari Pendidikan Keagamaan yang tidak berasrama dan Pendidikan Keagamaan yang berasrama yakni Pesantren yang didalamnya terdapat sejumlah satuan pendidikan baik forma maupun non formal.

Kini kegiatan pendidikan pesantren sudah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka berdasarkan Surat keputusan bersama empat menteri yakni mendikbud, menag, menkes dan mendagri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru dimasa pandemi covid 19.(Bisnis.com 18/6/2020)

Sebagaimana panduan tersebut intinya diperbolehkan melaksanakan pendidikan berbasis keagamaan baik berasranma atau non-asrama dapat menyelenggarakan pembelajaan tatap muka  dengan memenuhi empat ketentuan yang harus ditaati yakni :

1.    Membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

2.     Memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan.

3.    Aman Covid-19, dibuktikan dengan surat keterangan dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 atau pemerintah daerah setempat 

4.    Pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik dalam kondisi sehat, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat

(Bisnis.com 18/6/2020)

Disamping keempat ketentua tersebut Kementerian Agama memberikan pandua husus bagi pesantren.

Para Santri berasrama (pondok pesantren) kini secara bertahap sudah menikmati keindahan belajar bersama, melihat demikian menjadikan santri MDT dan LPQ non asrama makin rindu mengaji.

Alhamdulillah, hasil audiensi Dengan Bupati Tulungagung Kamis, 2 Juli 2020, jam 09.00 - 10.00 WIB di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbangsa Kab. Tulungagung, makin membankitkan semangat rindu mengaji, Audiensi itu dihadiri oleh pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten yakni Bupati, Kemenag, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kabag Kesra, Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten dan Rombongan PCNU Tulungagung terdiri dari jajaran Tanfidziyah dan Syuriyah PCNU Tulungagung, PC LP Ma'arif NU dan PC RMI NU.

Audiensi menghasilkan statement Bupati Tulungagung sebagai berikut :

1.       Pelaksanaan pembelajaran di Pondok Pesantren dg santri mukim memang tidak masalah.

2.       Akan dibuatkan surat edaran sbg payung hukum terkait pelaksanaan pembelajaran pendidikan formal dan non formal, terutama untuk Madin dan TPQ (Pendidikan Keagamaan).

3.       Harus ada edukasi tentang protokol kesehatan di era pandemi  ini kepada para santri, ustadz/h, pengelola lembaga, dan pihak terkait. Oleh karena itu Pengurus Ma'arif yang menaungi pendidikan formal dan TPQ serta RMI yang menaungi Pondok Pesantren dan Madin diminta juga ikut aktif melakukan edukasi dan pengawasan pada lembaga binaan masing-masing.

4.       Untuk Pesantren kalau bisa agar dikembangkan program "Pesantren Tangguh."

5.       Sebelum pembelajaran Madin dan TPQ dimulai, semua lembaga wajib mempersiapkan diri dengan kelengkapan protokol kesehatan serta wajib mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan.

(Whatsapp grup LP Ma’arif Koortan)

Dengan demikian MDT/Madin dan LPQ/TPQ akan segera dapat memulai pembelajaran tatap muka, tertu saja harus mematuhi protokol kesehatan baik lingkungan lembaga  ataupun masing-masing guru dan santri, seperti menyiapkan sanitasi yang memadai, tempat cuci tangan beserta perlengkapanya, ruang belajar yang memadahi dengan fisica distancing, masker dan atau face sield (penutup wajah).

Face Sield nampaknya diminati oleh para Santri dan Guru hususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an, karena dengan face sield ini disamping untuk menghalangi doplet sendiri ke orang lain 19 dan sebaliknya dari orang lain kedirinya sendiri sebagai salah satu cara pencegahan penularan covid juga santri dapat leluasa  membaca Kitab/Al-Qur’an, makhorijul huruf dapat dilihat jelas oleh ustadz demikian sebaliknya ustadz dapat memberikan contoh makhorijul huruf atau bacan yang benar tanpa tertutup masker.

Para Santri dan Ustadz bersama memakai face sield seakan memakai  Sragam baru New Normal pelaksanaan kegiatan pembelajaran di awal tahun pelajaran Baru.


Komentar

  1. Dengan sragam baru semangat baru dan hasil tulisan yang slalu ditunggu... Semangat mbakyu...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

القلم

USWATUN HASANAH ANJING