Tipologi Manusia Selamat
Setiap saat kita selalu ingin selamat, di rumah, di jalan, di tranportasi dan sebagainya bahkan ketika menghadapi musibah, semua ingin selamat, setiap usai solat kita berdo'a mohon kepada Alloh agar selamat di dunia dan akhirot.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
...... “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (Surat Al-Baqarah, Ayat 201)
Do'a ini mengisyaratkan bahwa semua manusia pasti ingin selamat, namun banyak diatara mereka yang tidak berusaha bagaiman agar mereka selamat bahkan dengan dalih tawakkal tapi tanpa usaha.
Kisah kaum Nabi Nuh dan putra-putra Nabi Nuh dalam bahtera ketika Alloh menurunkan adzab kepada orang-orang yang mengingkari ajakan Nabi Nuh AS untuk beriman kepada Allo, adzab berupa banjir dahsyat yang menenggelamkan seluruh bumi bahkan bumi laksana bola yang terendam dalam air menggambarkan betapa dahsyatnya banjir yang diturunkan Alloh SWT ini, ketika terjadi banjir tentu para penduduk bumi ingin selamat dari bahaya banjir dahsyat itu.
Pada kisah Nabi Nuh AS orang-orang mu'min diselamatkan oleh Alloh dari adzab berupa banjir sedangkan yang ingkar tenggelam bersama Istri Nabi Nuh AS, dan anak Nabi Nuh as bernama Kan'an, betapapun Ayahnya meminta Kan'an bersamanya agar selamat dari banjir namun kan'an tetap bersikeras mencari jalan lain yakni tidak menaiki bahtera, tidak mengikuti anjuran ayahnya yakni Nabi Nuh as.
Kisah Nabi Nuh AS dapat dijadikan ibroh dari tipologi manusia selamat
Pertama adalah tipologi manusia diselamatkan yaitu manusia karena ketaatanya kepada pemimpin, mematuhi anjuran sehingga Alloh menyelamatkan dari keadaan yang membahayakan diri mereka.
Kedua tipologi manusia yang ingin menyelamatkan diri tanpa mengindahkan anjuran dari pemimpin (mbregudul), dia percaya diri ingin selamat dengan caranya sendiri, akibat dari ini ada dua kemungkinan, kemungkinan dia selamat dan kemungkinan dia tidak selamat, apa yang dilakukan Kan'an adalah ibroh manusia yang tidak mentaati ajakan atau perintah akhirnya diapun tidak selamat.
Ketiga tipologi manusia selamat mereka hidup semaunya tanpa peduli peraturan, menjalani tatanan hidup sekehendaknya, pertanyaan yang timbul apakah mereka ini termasuk dalam firman Alloh atau tidak, yaitu manusia yang memang sudah dalam garis Alloh diampuni dosanya atau tidak diampu, wallohu'alam.
لِّلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَإِن تُبۡدُواْ مَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ أَوۡ تُخۡفُوهُ يُحَاسِبۡكُم بِهِ ٱللَّهُۖ فَيَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ
Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Surat Al-Baqarah, Ayat 284)
Dari ketiga tipologi manusia terkait dengan keselamatan dirinya semoga dengan mematuhi perintah dan anjuran Alloh swt, Rosululloh saw dan ulil amri kita termasuk manusia yang diselamatkan oleh Alloh,,
Amin Ya Robbal 'alamin
Banjarejo Rejotangan, 27 Mei 2020 00:07
Sae sanget bu tulisanipun....sarat ilmu dan nasehat. Mugi2 saget istiqomah menulisnya, sehingga makin banyak mmberi manfaat pd pembaca. Aamiin
BalasHapusCatatan yang menarik. Inspiratif.
BalasHapus