UJUNG PENAKU DAKWAH UNTUKKU

Ujung Penaku Dakwah Untukku

(Siti Robi'ah Alma) 


Penaku selalu dekat denganku, jemariku naib penaku yang setiap saat ada kesempatan dan mood menulis, ingin segera menilis tanpa menunggu komado Pembimbing sang Prof. Dr. Ngainun Naim, atau dengan kata lain ~diorak-orak~, sebagai pelajar kelas penulis pemula terkadang masih perlu diorak-orak, orak-orak merupakan motivasi untuk menepis ALASAN. Lalu apa yang menjadi ALASAN saya menunda  menulis?. 


Alasan yang sering muncul pada diri ini adalah menuangkan ide atau gagasan menjadi tulisan yang dapat dinikmati dan  kadang informasi yang akan disampaikan melalui tulisan itu belum bahkan tidak seseuai maksud penulisnya. 


Saya mengumpat diriku sendiri " Banyaklah membaca, agar kau temukan diksi yang lebih baik, enak dibaca dan indah, luangkan waktu membaca agar kaya hazanah ilmu, mendengar, mengamati, melihat,  menghayati dan menghayal juga dapat menjadi sumber inspirasi".


Suatu ketika saya mengamati Rak buku, Almari bukuku sedikit berdebu, menandakan buku- buku itu lama tak tersentuh sejak sering saya tinggal hijrah ke rumah Suwami, tak satupun yang saya bawa, hanya jika saya memerlukan saya mencari yang saya inginkan dan mengambilnya. 


Kemarin saya menengok koleksi buku baik buku wajib maupun pendukung mata kuliyah saat kuliyah dulu dan buku-buku lain yang memang saya suka dan saya beli meskipun hanya sempat terbaca daftar isinya saja,  saya mencari beberapa buku yang ternyata tidak ada lalu teringat bahwa buku itu dulu dipinjam teman dan tamanya teman, sampai kini tidak dikembalikan semoga buku tersebut bermanfaat. 


Kembali saya mencoba mengurai ide yang saya dapati, dan saat itu pula terhenti sejenak karena teringat teguran Alloh dalam firman-Nya

(كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفۡعَلُونَ)

[Surat Ash-Shaf 3]

(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

karena teguran itu pula saya belum melanjutkan tulisan saya tentang sifat teladan anjing yang didalamnya adalah sifat-sifat orang solih bahkan  sufiyah. 


Saya harus mampu menepis asumsi saya sendiri dengan dalih kaburo maktan di atas, maka apa yang saya tulis adalah nasihat pribadi, dakwah untuk diri, menyimpan ilmu dengan menulis, menyebarkan ilmu barang kali bermanfaat buat orang lain.

Sebagaimana kata motivasi dari Sayidina Ali bin Abi Tholib RA : "Ikatlah ilmu dengan tulisan agar ia tidak menguap ditelan zaman".

Semoga  istiqomah menulis. Aamin.. 

Wallohu a'lam ... 


Terima kasih kunjunganya...














Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

القلم

USWATUN HASANAH ANJING