MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM BDR DARING

MA ASWAJA NGUNUT MENGATASI KESULITAN SISWA DALAM BDR DARING


Meskipun data kesembuhan pasien covid 19 di Tulungagung merupakan berita yang menggembirakan, namun Tulungagung belum masuk zona kuning bahkan hijau dan bertahan di zona oranye, hal ini menunjukan bahwa pembelajaran tatap muka belum diperkenanakan, maka sejak tanggal sekolah masuk hari efektif yakni 13 Juli 2020, Kegiatan belajar Mengajarpun sudah dimulai kecuali peserta didik baru masih mengikuti matsama daring dan pada minggu berikutnya peserta didk baru yaitu kelas 10 memulai home learning sebagaiman yang dilakukan saat matsama.

Permasalahan muncul ketika pembelajaran daring baik ketika Matsama maupun mulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di MA Aswaja Ngunut, karena E-Learning Kemenag di madrasah kami belum bisa line maka kami sepakat menggunakan E-Learning hasil diklat Kepala dan Operator Kurikulum yang diselenggaraka LP Ma’arif Tulungagung, 9 Juli 2020 yakni google classroom dan zoom, sebelumnya kami menggunakan google form, google meet, juga google classroom dan whatsApp tentunya, permasalahan itu  adalah di kelas baru (kelas 10) hampir 50% siswa   tidak dapat mengakses pembelajaran melalui  link tersebut kecuali WhatsApp  , jika melalui WhatsApp 100% siswa baru dapat merespon Kegiatan pembelajaran daring, kamipun melayani anak-anak dengan senang hati sambil sedikit demi sedikit membelajari mereka untuk memanfaatkan google classroom, google form atau zoom. 

Apapun macamnya aplikasi E-learning WhatsApp merupakan line utama sebagai media komunikasi dan lebih familiar baik bagi guru maupun siswa, yang terpenting guru dapat menguasai media pembelajaran tersebut dan siswa dapat mengaksesnya.

Pada bembelajaran Daring dapat terlaksana dengan baik apabila memenuhi syarat sebagimana yang dipaparkan oleh Ibu Ema Widianingsih, M.Pd guru SMPN I Jogjakarta dalam sebuah Webinar sebagai berikut....

1) adanya kuota internet dan berada di wilayah (demografi) yang memiliki jaringan internet yang baik, hal ini merupakan kebutuhan mendasar,yang menjadi alasan yang sering diloporkan  siswa di Madrasah kami ketika tidak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran adalah tidak adanya kuota data, disini teman-teman guru  mensurve kebenaran laporan tersebut, maka kami membeti solusi bahwa jaringan bisa didapat dari kantor desa dimana siswa tinggal dan disarankan guru agar memohon izin numpang internet untuk PJJ kepada kepala desa atau perangkat desanya, solusi berikutnya diizinkan datang ke Madrasah agar dapat menggunakan internet. 

2). Tersedianya perangkat belajar Daring seperti laptop/komputer/tabled/Android. Pada poin ini juga ada siswa yang tidak memiliki salah satu perangkat tersebut maka Madrsah kami menyediakan belajar luring yang materi dan tugas-tugas siswa dikirim oleh guru atau mengambil ke Madrasah baik dalam bentuk  modul mata pelajaran atau tugas lainya, Modul mata pelajaran ini disediakan untuk semua siswa.

3). Independensi siswa, bahwa siswa harus membiasakan belajar mandiri, dlm mencari materi, mengerjakan kuiz dan berlatih menguasai kompetensi tanpa bimbingan guru. 

4) Leterasi IT, pada saat pembelajaran daring ini guru, siswa dan orang tua dituntut untuk bisa menggunakan IT sebagai alat untuk pembelajaran,   guru dituntut dapat membuat media pembelajaran yang menarik agar siswa senang belajar di rumah Daring.

5). Creativity and Critical Thinking, sangat beragamnya fasilitas pembelajaran Daring menjadikan siswa dapat  mempelajari berbagai tool  yang tersedia seperti browsing, chating, grup diskusi, vidio konfrensi, quiz online, latihan-latihak lainya yang menuntut siswa untuk kreatif dalam memanfaatkan secara optimal, nah, hal ini menurut pengamatan saya hususnya siswa-siswa saya kurang  memanfaatkan kecuali beberapa siswa yang benar-benar menginginkan hasil belajarnya sangat baik, maka perlu dibutuhkan motivasi dari  guru dan orang tua. 

6), Kreatifitas guru dalam membuat metode dan desain pembelajaran agar siswa semangat belajar, yang terakhir ini nasihat buat saya bagaimana seharusnya saya  mendesain pembelajaran agar siswa senang dan tidak bosan, tidak memberi tugas dan tugas melulu hingga membuat siswa jenuh bahkan stress, memang tugas siswa adalah bagian dari pembelajaran. Hal terpenting  dalam pembelajaran Daring adalah Media pembelajaran dapat dikuasai guru dan dapat membantu siswa belajar, serta  tidak pada platform tertentu tidak banyak internet/data
MA Aswaja Ngunut mengupayakan menyeleseikan permasalahan siswa yang terkendala dalam pembelajaran dengan maksimal bahkan ada sebagian  guru yang rela sedekah data yang terpenting siswa dapat belajar. 
Selamat berjuang teman-teman guru...., mari bersama berbenah diri mensukseskan  “Madrasah Hebat Bermartabat”, LP Ma’arif JAYA Luar Biasa.

Rejotangan, 20/7/2020

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

القلم

USWATUN HASANAH ANJING