CATATAN HARIAN


SANG HIPNOWRITING

Malam itu saya turun dari tangga kelas  untuk mengondisikan anak-anak santri kecil berjamaah solat isya’, usai solat saya melihat stori WhatsApp teman terkait zoom Jagongan leterasi2, kebiasaan saya jika ada iklan webinar yang saya baca dulu Judul/Tema kemudian Nara Sumber, na, mata saya tertuju nama  tertulis “Dr. Muhsin Kalida, M.A., M.pd.” ekspresi awal dalam hati berjingkrak seakan melonjak bertetiak  “Waooow.....ada Pak Muhsin...” bak pemuda jumpa penggemar artis ternama, apalagi pendampingnya juga waooow ...tidak asing lagi Pak Dr. Ngainun Naim, uhuuiiii – Jagongan Leterasi 2- “Psychowriting”, dua Doktor Provokator Leterasi Kereeen...abiss.

Menyesal sy terlambat mengetahui acara ini, tahu-tahu saat jam sudah menunjukkan 20.00 lebih, sembari rebahan saya membuka zoom, lalu mengikuti dengan seksama sampai akhir walau sinyal hp up down, kalau tidak ada jagongan ini tentu saya sudah ngorok usai berkoar-koar dengan anak-anak santri kecil Madrasah sebelah.

Alhamdulillah live youtube, rencana yang tertinggal tadi besuknya saya simak, karena kantuk tak bersahabat, namun keesukan harinya saya menyimaknyapun menyicil, ya sering saya tinggal aktifitas yang lain, Alhamdulillah menjelang sore selesei, kemudian  saya menuliskan ini.

Suatu kebanggaan besar MA Aswaja pernah dikunjungi Pak Muhsin dan menghasilkan satu judul buku “Irama Sekolah” Antologi puisi MA Aswaja karya siswa, Desember 2016, 72 halaman. Jazakalloh Pak Muhsin, hanya kata itu yang dapat kami persembahkan, tanpa provokasi unik Pak Muhsin tak akan pernah lahir buku karya siswa MA Aswaja.

Keunikan Pak Muhsin terasa mulai saat hadir ditengah-tengah siswa dan tanpa ada yang tahu sekian menit kemudian  siswa  bisa menghsilkan tulisan, awalnya dikira presentasi sebagaimana PBDB merekrut siswa atau ceramah ilmiyah biasa, ternyata lain dari yang lain, aula hari itu penuh hampir semua siswa hadir ditambah beberapa guru termasuk saya.

Diawali dengan canda ringan es breaking beliau, permainan game menghimpun 100 kata dalam waktu sinkat yang telah ditentukan, tak satupun siswa berbicara, suasana terhipnotis trik unik Pak Muhsin bak Uya Kuya, namun beda, jika  Uya Kuya  menhipois bawah sadar yang nampak, P.Muhsin justru menyadarkan luar sadar muncul potensi leterasi, siswa yang mendapat terbanyak mendapat hadiyah diraih  seorang siswi kelas 10B, selanjutnya semua siswa diminta memilih tiga kata yang paling disukai, dari tiga kata supaya dipilih satu kemudian diminta membuat puisi dari kata pilihan tersebut.

Tak ada satupun siswa beranjak, semua merunduk konsenrasi menulis, disini keunikannya lagi, siswa tunduk menurut tanpa ada bantahan, bahkan siswa yang biasanya  malas belajar berhasil menulis puisi, inilah Hipnowritng nya pak Muhsin.

Kembali ke tema zoom “Psicho Writing”,  Psicho Writing diartikan sebagai  menciptakan orang yang tidak suka menulis menjadi suka menulis, nah, kali ini saya meraskan  terapi dari penyakit malas menulis he he, provokasi belau berdua bahwa menulis itu mudah boleh tulisan gaul, ngepop, ilmiyah populer, ilmiyah tidak mengikuti tata bahasa yang benar, penting menghasilkan tulisan.

 

Yang terekam dalam memori saya dari Jagongan Leterasi 2 ini adalah filosofi “Iqro” ‘allama bilqolam menurut beliau maksud dari ayat ini adalah berpikir dengan pena dan kertas (menulis), motivasi menulis dan mencetak tulisan agar dibaca anak cucu 400 th kedepan  artinya prasasti ilmu yang tak pernah aus oleh zaman.

Inti Jagongan malam itu adalah tiga pokok strategi menulis

1.      Pokok nulis, menulis nyantai, sebisanya yang penting nulis, jangan mengedit dulu

2.      Menciptakan mood, mood menulis harus diciptakan, tidak ditunggu, mood harus   dipaksa diri sendiri atau bahkan orang lain yang memaksa.

3.      Melakukan (menulis), hasil tulisan jangan diedit dulu sebelum selesei, setelah selesei diprin kemudian diedit tidak cukup satu kali bahkan sampai lima kali, untuk menandai  bahwa tulisan tersebut telah diedit sekian kali, ditandai dengan berbagai macam warna pena untuk corat coret editan.

Yang lebih terkesan lagi adalah closing statement jagongan leterasi ini semoga dapat mewarnai kehidpan saya ....

“Jangan tidur sebelum membaca, jangan mati sebelum mempunyai karya. Buku itu sahabat terdekat, membaca itu aktifitas hebat dan menulis adalah ekspresi terdahsyat.”

Ini yang bisa saya tangkap dan bisa saya ungkapkan dengan tulisan dari jagongan leterasi 2, dan masih ada poin yang  belum bisa saya ungkapkan dengan tulisan, mohon diluruskan jika retdapat kesalahan persepsi, semoga setelah terterapi oleh Psichiater Writing Pak Muhsin ini mood menulis saya terbangun dari tidur panjang dan harus dipaksa oleh provokator Dr.Ngainiun sebagai guru letersai yang setiap hari oprak-oprak, saya suka oprak-opraknya karena oprak-oprak itu akan memaksa saya menciptakan mood.

Subhanalloh.......

Terima kasih Pak Muhsin, terima kasih Pak Ngainun salam leterasi dan salam santun  dari saya guru MA Aswaja Ngunut Tulungagung.

   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

القلم

USWATUN HASANAH ANJING