PENANTIAN DITAHUN BARU

 

PENANTIAN SEMOGA BERUJUNG DITAHUN BARU

(By : Siti Robi’ah Alma)

 

Sejak maret semester genap pandemi covid 19 melanda negeri tercinta Indonesia,

Pembelajaran peserta didik dan mahasiswa  tatap muka beralih dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ)  daring atau tatap maya, ada yang luring karena tak punya data,

 

Guru bekerja sabar membina siswa demi masa depanya agar berguna bagi nusa bangsa,

rela menyusuri jalan mengantarkan mareti ajar dan mengambil hasil belajar siswa ke rumahnya bagi siswa yang tak punya android apalagi data untuk proses pembelajaran tatap maya.

Kelas  dua belas berakhir tanpa Ujian Nasional terjadwal bulan April telah final namun semua gagal karena pandemi covid 19 melanda.

 

Sampai akhir semester genap bulan Juni 2020 semua selalu berharap pada Juli 2020 semester gasal tahun pelajaran 2020/2021 kembali ke sekolah dengan pembelajaran tatap muka, namun harapan itu sirna.

Bapak Kepala Madrasah bersama civitas akademika bersiap dengan protokol kesehatan sebagai syarat pembelajaran tatap muka, bahkan dengan yakinnya akan dapat diselenggarakannya pembelajaran tatap muka maka beliau menolak tawaran bantuan data dari pemetintah tahap dua,

namun pandemi covid 19 belum juga sirna,

 

Pembelajaranpun diperpanjang sampai akhir semester Gasal bulan Desember 2020, bahkan lembaga TPQ dan PGTPQ sama-sama kena biasnya melalui surat LP Ma’arif NU nomor PC/134/A-6/XII/2020 bagi lembaga dizona merah untuk sementara waktu tidak diperkenankan  pembelajaran tatap muka, ada lembaga yang mentaati ada yang tetap tidak dengan kesehatan harus dijaga.

 

Harapan menanti pada Semester Genap tepatnya ditahun baru  2021, pembelajaran tatap muka dengan tatanan baru, harapan ini dikuatkan surat Kemeterian Agama Kabupaten Tulungagung Nomor B1167/Kk.13.04.2/HM.01/12/ 2020  sebagai tindak lanjut Surat Kepala Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur nomor    B-6330/Kw.13.2.1/PP.00/11/2020, tanggal 25 Nopember 2020 tentang persiapan pembelajaran tatap muka  terbatas pada zona hijau dan zona kuning covid 19 maka MA/MAS segera mengajukan permohonan pembelajaran tatap muka, semoga ini benar-benar terealisir di tahun baru dengan tatanan baru. Surat  Edaran tertanggal bulan Nopember, namun kini Kabupaten  Tulungagung berada pada zona MERAH, covid 19 meraja lela kita manisia waspada, berusaha dan berserah diri hanya pada Alloh subhanahu wata’ala. Memohon terhindar dari bala dan kekuatan iman serta taqwa.

 

Semua adalah ujian dan cobaan Alloh pada manusia agar bersabar dan bersyukur dengan mendekatkan diri pada-Nya  

 

Alloh berfirman dalam Q.S Al-Baqoroh 155 “bahwa Alloh akan memberikan ujian kepada hamba-hambaNya dengan cobaan berupa rasa sedikit ketakutan, kelaparan, berkurngnya harta benda, jiwa dan buah-buahan,

maka dari yang demikian itu akan tampak orang yang sabar dan tidak sabar, orang yang berkeluh kesah dan orang-orang yang tabah bertendensi iman.

 

ini adalah sunnatulloh pada hambaNYa tak patut diragukan, orang yang tidak sabar mendapat dua musibah pertama musibah yang ia hadapi sebagai tempaan, yang kedua hilangnya pahala melaksanakan perintah Alloh berupa keasabaran ia tinggalkan, kurangnya keimanan dan rasa syukur tak dirasakan,

 

sedangkan orang yang mendapat hidayah Alloh dengan kesabaran, menahan diri secara lisan dan perbuatan, kepada Alloh memohon kekuatan, bahkan musibah sebagai kenikmatan yang diambil hikmah dan kemanfatan, mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rohmat dari Tuhan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al-Baqoroh 156)

 (أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ)

 

Rasululloh saw memberikan apresiasi dalam bentuk kekaguman terhadap sikap orang yang beriman dalam menghadapi musibah, ujian dan cobaan.

Sabda beliau dari Suhaib

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

 

Apresiasi lain dari Rosululloh kepada orang yang sabar adalah  derajat yang tinggi disisi Alloh dan dosa dihapuskan

 

 
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

 

Artinya: Dari ‘Aisyah RA. berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Apa saja musibah yang menimpa orang mukmin, termasuk terkena duri dan yang lebih dari itu, pasti Allah tinggikan derajatnya dan hapuskan kesalahannya.” (HR. Muslim).

 

Diawal tahun 2021 tahun baru Masehi, kita langkahkan kaki dengan ucap bismillah dengan kesungguhan hati menata sikap dan orientasi  hidup yang produktif untuk berbuat ihsan, Alloh sebagai penolong setiap hamba, semoga kelak mampu mengakhiri dengan ucapan Alhamdulillah wasyukurillah terakhir husnulkhotimah.

Wallohu a'lam..



Komentar

  1. Semoga semua harapan terkabul tahun ini ya bu...

    BalasHapus
  2. Semoga badai cepat berlalu... Aamiin

    BalasHapus
  3. Aamiin... Gos Pri n Pak Yai Kang Nor..
    Terima kasih kunjungannya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

القلم

USWATUN HASANAH ANJING