القلم

Kali ini saya posting tulisan saya, apakah ini termasuk Sinopsis atau belum, mohon pencerahan,

 

 

Judul :

 القلم

CARA CEPAT BISA MENULIS ARAB AL-QUR’AN

Penyusun         : Siti Robi’ah Alma

Tebal buku      ; 46 Halaman

Ukuran            : A5

 

Mata Pelajaran Agama Islam sarat dengan tulisan Arab dan ungkapan berbahasa Arab lainnya, sering kita jumpai peserta didik yang kesulitan menulis Arab dengan  dekte (imla’) walaupun sudah bisa membaca Al-Qur’an atau Hadits bahkan menghafalnya, buku ini dapat membantu kesulitan tersebut dengan berlatih menulis imla’ dari huruf Indonesia menjadi huruf Arab dengan urutan Latihan sebagai berikut :

 

Menulis Huruf Hija’iyah

Menulis Bersambung

Menulis Mad Thobi’i dengan Alif

Menulis Mad Thobi’i dengan Ya’

Menulis Mad Thobi’i dengan Wawu

Menulis Huruf yang Bersukun

Menulis Huruf yang bertasydid

Menulis Lafad yang terdapat Hamzah Wasol

Menulis Kalimat Wasol dengan Kata Depan

Menulis Idzghom Syamsyiyah

Menulis Mad Lazim

Menulis Kalimat yang terdapat Lafdlul Jalalah

 

Buku ini mudah dipelajari dan dilengkapi dengan pedoman berupa saran langkah-langkah pembelajaran yang dapat digunakan pengajar maupun pembelajar  baik belajar mandiri maupun terbimbing.

Buku ini patut dibaca oleh para pengajar maupun pembelajar dan siapapun yang ingin bisa menulis Arab Al-Qur’an  

KETERANGAN :

Latarbelakang tersusunnya buku :

 

Perlu saya infokan bahwa buku ini tersusun dari kumpulan catatan tugas imla’ saya kepada santri TPQ dan Santri Prifat mengaji Al-Qur’an serta siswa MA Aswaja yang mayoritas belum mampu menulis Arab dengan benar  sekitar tahun 2007 sd 2015. 

Alhamdulillah dari sekian siswa/santri peserta 80% lebih mampu menulis penggalan Ayat Al-Qur’an secara imla’, jadi buku ini hasil tindakan kelas. Sayangnya  buku ini kurang mendapat dukukngan dari teman-teman  guru karena  saya kurang sosialisasi dan belum tercetak menjadi buku hanya berupa kurasan tulisan saya.

Tahun 2009 tulisan materi dekte (imla’) saya bukukan manual artinya saya ketik kemudian dipoto kopi dan debendel hanya dua eksemplat satu saya lampirkan portofolio Sertifikasi Guru.

Tulisan ini lama tidur sebab ustad lebih memilih santri diajari menulis Arab Jawa Pegon khas santri salafi dan ini juga penting untuk mengantar santri belajar kitab kuning, kalau antara Arab Pegon dan Arab Al-Qur’an diberikan pada jenjang membuat jumbuh/ambigu pemahaman anak-anak.

Setelah tidur sekian lama tulisan itu, dan terbangun ketika saya silaturromi ke teman PGTPQ yang mengeluh santrinya selalu gemberah (ramai bermain) ketika ditinggal ustadznya tutorial individual atau baca simak murni secara individu, saat itu saya berbagi cerita cara menenangkan santri yakni dengan imla’ mandiri, saya jelaskan bahwa saya menenangkan anak dengan menugasi menuli Arab, entah menulis bacaan yang sudah dibaca atau imla’, pada imla’ saya menulis  soal dikte dengan huruf  bahasa Indonesia kemudian  saya jelaskan bacaanya sesuai makhroj huruf Arab, setelah santri memahami jawaban tulsan yang diminta, ustadz dapat melakukan  tutorial individual, santri lain yang menunggu giliranya mengerjakan tugas tadi, maka berkuranglah  gemberahnya bahkan anteng.

Harapan berikutnya semoga mendapat bimbingan dan saran  penyempurnaan buku tersebut dari berbagai pihak terutama  perhatian dan rekomendasi dari pimpinan   LP Ma’arif  NU Koortan maupun Cabang Tulungagung agar buku ini dapat dimanfaatkan di lembaga-lembaga TPQ An-Nahdhiyah hususnya, karena buku ini saya susun dari pengalaman mengajar TPQ An-Nahdliyah. (Harapan)

 


Komentar

  1. MasyaAllah luar biasa bu panjenengan 👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ... Kebetulan itu Bu Dina, catatan kecil yg dikumpulkan..

      Hapus
  2. Ashli, guru bahasa Arab...mantab mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teroma kasih...
      Ada saran Kang? Bolej wapti he he

      Hapus
  3. Kayaknya akan banyak manfaat....

    BalasHapus
  4. Subhanalloh...46 halaman ilmu..

    Ternyata, banyak mutiara yg tersembunyi d balik kerendahan hati. Ibu luar biasa.

    Smg menjadi lembaran2 tiket untuk masuk surga. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. pak Yai Kang Nor... Terimakasih motivasinya..

      Hapus
  5. Penting nya memberikah kaidah imlaiyah yang benar sejak awal.
    Meskipun belum memasuki kaedah khattiyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu diikuti qoidah menulis secara tidak langsung Gus, tergantung Ustadznya, ketika sosialisasi penggunaan buku itu Insya Alloh disampaikan.
      Maturnuwun... Masukanya..

      Hapus
  6. Segera dicetak, dipromosikan secara online dan offline. Ini penting untuk tersebarnya ilmu. Jika ada yang "nyinyir", biarkan saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak motivasi yg tiada henti, makin membuat aku jatuh hati kepada leterasi...

      Hapus
  7. Kulo selalu mendukung lo bu😉

    BalasHapus
  8. Semoga menjadi amal hasanah..
    Luar biasa perjuangannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

USWATUN HASANAH ANJING