USWATUN HASANAH ANJING
Tulisan ini untuk memenuhi tugas leterasi "Belajar Nulis", termasuk PR dari Pak Yai Kang Nor yang mensyaratkan 10 tulisan (belum pas jika disebut artikel) baru akan dikoreksi, kwik kwik... untuk itu mohon masukan penyempurnaan baik isi maupun kepenulisannya, komentar anda emas bagi penulis. terima kasih..
USWATUN HASANAH ANJING
Siti Robi'ah Alma
Anjing salah satu hewan najis dan bahkan menjijikan Kata Anjing jika
disebutkan orang dengan nada marah membuat riskan ditelinga (saru) bahkan bisa jadi tambah naik pitam, padahal anjing
bermanfaat untuk manusia bahkan kepintarannya bisa melacak jejak tapak kaki
penjahat.
Ketika orang muslim mendengar
kata Anjing atau berjumpa dengan Anjing
terlintas dibenak bahwa dia itu najis mugholadloh, tentang kenajisannya para ulama’ berbeda pendapat, perbedaan
pendapat terkait najis Anjing ini menduduki grate pertama benda yang status
najisnya diperdebatkan para ulama’ sebagaimana dikemukakan oleh pakar fikih kontemporer terkemuka, Ulama
kelahiran Suriah yang juga pengajar di sejumlah universitas terkemuka di Timur
Tengah Syeikh Wahbah Az Zuhayli dalam kitabnya Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu
menetapkan anjing berada pada urutan pertama benda yang status najisnya
diperdebatkan ulama. membuat rincian mengenai pandangan empat mazhab terkait
status najis pada anjing. (diktip dari NU Online).
Pada tulisan ini pembahasan bukan
pada kenajisan anjing tapi anjing yang dihindari mayoritas muslim jika bertemu karena
najisnya, Alloh swt menciptakan makhluk
pasti ada hikmahnya baik makhluk yang baik yang kasat mata atau tidak, termasuk binatang Anjing dibalik
hal yang menjijikan karena najisnya itu terdapat sifat-sifat Anjing yang dapat
dijadikan uswatuh hasanah.
Di dalam kitan Kasyifatussaja
syarah Safinatunnaja muallif Ulama’ Besar Syaikh An-Nawawi Al-Jawi Al-Bantani
Rohimakumulloh, nama lengkap beliau adalah Abu Abdul Mu’thiMuhammad bin Umar
Bin Arbi bin Ali Al-Tanara Al-Jawi Al-Bantani, pada sub bab Hikmah disebutkan Sepuluh
Sifat Keteladanan Anjing yang patut dimiliki oleh orang yang beriman
فى الكلب عشر حصال
محمودة ينبغى للمؤمن ان لا يخلومنها
اولها : لايزال جائعا.
وهده صفات الصالحين.
Pertama : Anjing gemar
menkosongkan perutnya, ini merupakan salah satu sifat orang-orang solih.
Solih definisi menurut Al-Qur’an
adalah orang yang senatiasa membaca Al-Qur’an di waktu malam, melaksanakan
shalat malam (tahajjud),beriman dan beramal shalih, menyuruh kepada kebaikan,
mencegah perbuatan mungkar dan bersegera mengerjakan kebajikan. Defini ini
sesuai dengan firman Allah swt dalam surat Ali Imran 113-114 dan Al-Ankabut
ayat 9.
Mengsongkan perut dapat diartikan
puasa, tirakat, mengatur pola makan yang tidak berlebihan. Perut adalah tempat
berbagai makanan, jika tidak diperlakukan dengan baik perut menjadi sumber
penyakit, penyakit-penyakit yang muncul di zaman modern ini, kebanyakan adalah
dari pola hidup karena makanan yang tidak sehat dan tidak terkontrol;
Rosululloh memperingatkan agar kita memperhatikan perut, sebagaimana sanbda Beliau :
إياكم وابطنة في اللطعام والشرب فإنها مفسدة للجسم تورث السقم عن
الصلاة وعليكم بالقصد فيهما. فإنه اصلح للجسد وأبعد من السرف (رواه البخارى)
Terjemah : Janganlah
sekali-kali makan dan minum terlalu kenyang karena sesungguhnya hal tersebut
dapat merusak tubuh dan dapat menyebabkan malas mengerjakan salat, dan
sederhanakan kalian dalam kedua hal tersebut, karena sesungguhnya hal ini lebih
baik bagi tubuh, dan menjauhkan diri dari sifat israf (berlebihan).”
(H.R.Bukhari)
Hadits ini disamping memperingatkan mengatur pola makan
agar tidak menyebabkan penyakit, juga memperingatkan kenyang menyebabkan malas
mengerjakan solat yang tentunya akan membias malas ke hal-hal yang berkaitan
dengan amalan lain karena solat adalah amal utama yang menggambarkan
keseluruhan tindakan
أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة ، فإن
صلحت صلح له سائر عمله ، وإن فسدت فسد سائر عمله
“ yang
pertama kali dihitung dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat, maka
apabila sholatnya baik, maka dianggap baik seluruh amalnya, dan jika sholatnya
buruk maka buruklah seluruh amalnya”
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة،
ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة
“Karena
kekenyangan (memuaskan nafsu perut dan mulut) membuat badan menjadi berat, hati
menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk
beribadah.”
Rasanya kurang bijaksana jika
meneladani prilaku anjing secara keseluruhan walaupun binatang yang najis dan
menjijikan memilki kebiasaan baik, meskipun sebagai salah satu hewan yang
ditakdirkan hina tetapi memiliki keistimewaan yang patut kita tiru yaitu
mengatur pola makan walaupun anjung tidak memandang makanan itu halal ataun
haram karena anjing tidak diikat kehidupannya denganakal dan agama.
Rejotangan, 3 Juni 2020
(Bersambung...)
Sifat teladan Anjing ke
2.........
Bagus Bu ....ditunggul jilid 2nya
BalasHapusSangat menginspirasi, judulnya ekstrim
BalasHapusLanjutken Bund... mnrt sy ini sngt mnarik... krn bkal bnyak orng yg g tau bhkan mnyepelekan ap lg mmng anjing ini suatu hewan yg mayoritas muslim tdk mnyukainya... pdhl... bnyk sjrh tntng anjing yg mmbawa dlm kbaikan...
BalasHapusJudul nya sangat menarik mendorong orang untuk membacanya.
BalasHapusDan bahkan nanti, akan ada anjing yang naik sorga.
BalasHapusSubhanallah
BalasHapusSae bu,
BalasHapusJudul bikin fenasaran👍