“BLENDRANG LETERASI”
“BLENDRANG LETERASI”
(Catatan Harianku)
Lama saya tidak menulis diblog,
rasanya seperti mempunyai hutang kepada teman-teman bahkan kepada sang Motivator Ustadz Dr. Ngainun Naim, belum sempat yaa tentu
saja banyak alasan he he dengan sederet kegiatan dari pagi sampai dengan pagi
lagi, saya harus berusaha menepis kerikil-kerikil penggoda kegagalan menulis,
setiap ada kesempatan saya menulis semampunya walau satu paragraf bahkan hanya
satu kalimat ide pokok, kadang hanya out line pendek yaitu garis besar apa yang
akan saya tulis, out line lengkap meliputi 5W + 1H, sedang out line yang saya maksud pendek ini tidak
mencakup 5w +1H, kadang juga cukup dengan mind map (ngetutne pikiran =
mengikuti pikiran tanpa konsep), mind map yang sesungguhnya adalah peta konsep.
Saya menyiapkan buku husus buat
coret-coret tulisan ketika menemukan ide tulisan dan catatan-catatan terkait
tulis menulis, buku itu saya bawa kemana saya pergi dan saya letakkan dimeja kamar
ketika saya dirumah, jika saya lupa membawa waktu bepergian atau ke sekolah saya
menulis di kertas lembaran apa saja yang saya temui kemudia sampau dirumah
cukup saya selipkan dibuku tersebut, saya jarang memanfaatkan hand phone untuk
menulis draf, jika terpaksa agar ide tidak hilang maka saya merekam dengan HP,
maklum sudah manula.
Ide-ide menulis dan mood menulis muncul kapan saja dan dimana
saja yang paling sering adalah ketika mandi, buang hajat (maaf he he) dan
solat, disaat solat ada sesuatu yang yuwaswisu fi suduurinnas maka ketika ini
terjadi saya segera mengalihkan pikiran kememaknai bacaan solat, kadang ussi solat ide yg menggoda kehusyukan itu sy tulis dibuku yang sudah sy sispksn tadi, kadsng ide itu hilang stetlahvusai solat, dasar syetan begitu lihai mengridu manusia yang aedang sujud pada Robnya.
Jika tidak ada covid 19 total waktu
kegiatan di luar rumah bisa jadi lebih 24 jam jika dituruti, berkah covid 19
saya bangkit untuk belajar menulis, memang sejak komitmen belajar menulis ada
satu kegiatan yang agak terabaikan yaitu menyiapkan materi tahfidz anak-anak TPQ karena saya belum hafidhoh maka
harus menyesuaikan dengan hafalan anak-anak walau surat-surat pendek juz amma
saya harus berusaha lebih dulu hafal meskipun kadang ketika menyimak anak-anak
setoran gurunya ngerpek he he, untuk menghindari ketidak afdlolan guru yang
mengajar bukan faknya, Sabda Nabi: Barang siapa yang menganjurkan sesuatu yang
dia belum tahu bagaikan orang yang memakai baju sangat hina” (Adabul “alim wal
Muta’alim).
Tidak ada kata
terlambat menghafal Al-Qur’an dimulai dari ayat-ayat pilihan atau surat pendek,
tidak ada kata terlambat menjadi penulis walau usia telah lanjut.
Ini adalah BLENDRANG tulisanku
yang lama dimasak dalam catatan namun tidak membuat rasa tulisan makin angkleg (rasa lebih tajam) tapi mungkin malah
basi, namun sayang kalua tidak dipublikasi.
(bersambung)

Komentar
Posting Komentar