GUIDLINE GURU DALAM PJJ


GUIDLINE GURU DALAM PJJ

 

Mengintip story WhatsApp teman yang putrinya kelas satu SD, putri mungil sehat, cerdas dan semangat tolabul ilmi seakan baginya tanpa beban tatkala mengikuti kegiatan belajar daring, dengan nyantainya siputri cantik mengerjakan tugas-tugas gurunya sesekali bertanya kepada Bundanya dan kebetulan Bunda sedang WFH sebagai Dosen sebuah perguruan tinggi, bundapun memperhatikan dan melayani dengan penuh cinta dan kasih sayang, namun  sepertinya kali ini bunda kurang berkenan desain  PJJ  guru pada anak seusia putrinya  maka keluhan bunda dituliskan  distory whatsAppnya “Mengajar Apa Menugasi? Subhanalloh Nak Fulanah semangatnya luar biasa semoga Alloh melindungi dan melimpahi kesehatan. Aamiin” Kalimat itu memberi pesan kepada sang guru bahwa mengajar selayaknya menyesuaikan usia, ketika sang guru meminta siswa SD kelas bawah itu untuk membaca materi kemudian menjawab soal-soal uji kompetensi.

 

Mengajar adalah kegiatan yang memberi perangsang, bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada anak didik agar terjadi proses belajar. (William H. Burron dikutip Chauhan), hakekat mengajar disini adalah adanya proses belajar yang dilakukan oleh guru dalam menumbuhkan kegiatan belajar siswa menuntut kepekaan guru bahwa guru mengajar dan siswa belajar membutuhkan proses yang sesuai dengan keadaan siswa, dalam proses belajar mengajar dikenal adanya desain komunikasi guru dalam menyampaikan materi dan juga  komunikasi penugasan.

 

Komunikasi penugasan merupakan cara guru  memberikan tugas  supaya diseleseikan dengan efisien (Gondokusumo, 1983), jadi guru menugasi siswa merupakan bagian komunikasi dalam proses pembelajaran untuk merangsang agar siswa aktif belajar, tugas tidak selalu identik dengan PR tetapi lebih dari itu, bisa dilaksanakan di rumah  atau disekolah, diperpustakaan di kebun dimana saja sesuai materi pelajaran, agar tugas dirasa tidak memberatkan siswa dan juga tidak membosankan maka guru harus merumuskan dengan seksama sesuai karakteristik siswa, apalagi disaat siswa BDR online atau PJJ guru sebaiknya lebih inisiatif, inovatif dan kreatif mendesain kegiatan belajar mengajarnya.

 

Berikut Prinsip dan konsep PJJ dari  pesan yang saya  tangkap dari sebuah webinar, prinsip dan konsep PJJ  merupakan dua hal penting yang  perlu pahami guru  agar PJJ tidak terlalu membosankan siswa,  guru diharapkan dapat memahami prinsip PJJ agar guru bisa mengimplementasikan PJJ sesuai kebutuhan dan dapat memberikan manfaat kepada siswa dan dapat mengoptimalisasi hasil belajar yang dicapai siswa.

 

Tiga prisip PJJ sebagai berikut :

1.    Guru harus  memahami karakteristik perkembangan siswa  yang meliputi kognisi, sosial, mototik dan bahasa atau komunikasi disesuaikan dengan usia anak/siswa, misalnya siswa SD kelas rendah ketahanan waktu belajanya lebih kecil dari pada kelas besar, beda dengan SMP dan SMA, model pembelajaran juga menyesuaikan.

 

 

2.    Lingkungan yang mendudkung, PJJ adalah pembelajaran yang dilakuakan ditempat tinggal anak maka lingkungan rumah saat home learning tersebut harus mendukung proses pembelajaran terutama adanya keluwarga yang dapat mensupport anak menjadi lebih semangat dan bergembira belajar, tersedianaya sinyal internet dan perangkat  yang mendukung menjadikan pebelajaran lancar, ada istilah “dimana ada sinyal yag kuat disitu ada pembelajaran yang hebat”

 

3.    Guru mendesain PJJ yang menarik agar siswa tetap menyukai belajar, belajar merupakan hal yang menarik bukan hal yang membebani. Ada dua hal  penting agar belajar menatik yakni a) belajar itu tidak perlu disamakan dengan setting sekolah contohnya beseragam sekolah itu bukan keharusan dalam PJJ, b), guru menfasitisasi keinginan siswa bertemu  untuk bekerja sama dengan teman  sekaligus menghibur mengurangi kejenuhan PJJ, bisa dlm grup baik luring maupun daring, misalnya belajar mata pelajaran Penjaskesorga, siswa dapat mempraktekan materi olahraga dengan bekerja sama sesama grup bisa daring atau luring, bahkan jika luringpun dapat dilakukan dengan kelompok  olah raga dan tetap mengindahkan protokol kesehatan,

 

Disamping prinsip diatas yang perlu diperhatikan dalam PJJ adalah konsep PJJ agar siswa senang belajar dan pembelajaran efektif, tidak kontradiktif bahkan menjadikan trauma siswa melakukan pembelajaran.

 

Konsep PJJ antara lain:

 

1.    PJJ tidak sama dengan distribusi tugas, ini yang harus kita garis bawahi, karena banyak keluhan siswa dengan banyaknya tugas (menirukan bahasa keluhan siswa :”tanganya keriting banyak menulis/merangkum, banyak tugas. he he)

 

2.    Proses belajar tetap berjalan semestinya, PJJ itu pembelajaran ditempat yang jauh dari gurunya dengan guru tetap memantaunya dengan keluwarga ada didekatnya meskipun bermacam keadaanya prinsipnya bagaimana belajar tetap tercapai.

 

3.    Menumbuhkan kesadaran tetap belajar meski tidak diawasi langsung oleh guru, 

 

Prinsip dan Konsep PJJ ini dapat dijadikan guidline guru dalam PJJ. Dalam PJJ target / pencapaian kompetensi  mengacu pada tujuan sekolah / madrasah yang telah ditetapkan bersama, dan tentu saja kompetensi tiap mata pelajajaran dengan memilih kopetensi essensial sebagaimana kurikulum darurat covid 19

  




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

القلم

USWATUN HASANAH ANJING